Wednesday, 2 March 2011

dilema sakit perut

SIALAN!!!
GW ULANGI LAGI, SIALAN!!!
mau tau knapa!
karna gw terjangkit virus mematikan yang kata nya dapat menyebar melalui makanan sehari-hari!
yaitu "DIARE"
dari kata katanya saja gw dah merinding apalagi ngerasainnya!
(baca:kan dah lw rasain sempak!!)
("srek srek"sang penulis membawa ak 47 )
("daar,darr"sang penulis menembak orang itu!)
(orang itu:"penulis sialan")
yah itulah realita di dunia ini!
udah ga harus bulak balik kamarmandi tiapa hari!
kalo di itung itung bisa 6x dalam sehari!
gilakan?
lebih baik gw bunuh diri(atau tidur di kamar seharian)
tapi mungkin anda berpikir diare itu penyakit ringan!
jawaban nya salah!
Diare, penyakit yang kelihatannya sepele, ternyata merupakan penyebab kematian yang utama khususnya pada anak-anak. Bahkan beberapa sumber menyebutkan jumlah anak yang meninggal karena diare tiap tahunnya lebih banyak dibandingkan gabungan anak yang meninggal karena TBC, AIDS, dan malaria. Dahulu, orang hanya tahu diare disebabkan oleh bakteri. Sehingga setiap terjadi kasus diare, antibiotik selalu menjadi pilihan utama untuk pengobatan. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui bahwa diare bukan hanya disebabkan oleh bakteri tetapi juga rotavirus. Untuk kasus ini, antibiotik tidak dibutuhkan karena akan sembuh dengan sendirinya meski butuh waktu lama. Akan tetapi sekali menyerang tubuh, virus ini akan tinggal dalam tubuh pasiennya. Sebagai akibatnya, pasien akan diare terus-menerus. Tanpa penanganan yang tepat, seperti dengan pemberian cairan dan elektrolit yang tepat untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, maka pasien akan mengalami dehidrasi.
Dalam jurnal ilmiah Lancet yang dipublikasikan beberapa tahun yang lalu disebutkan bahwa hampir 52 persen rotavirus ditemukan dalam penderita diare. maka tak heran, jika penelitian demi penelitian dikembangkan untuk menemukan cara terbaik untuk menangani virus ini. Didasarkan pada fakta bahwa setelah terkena rotavirus, selanjutnya bayi akan kebal dari penyakit ini, maka dimulailah penelitian tentang vaksin rotavirus. Dan akhirnya, penemuan vaksin ini membuka mata dunia bahwa diare tidak selalu membutuhkan antibiotik. Bertempat di Bangkok, November 2007 lalu beberapa negara termasuk Indonesia, bersepakat untuk melaksanakan program vaksinasi universal. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian bayi akibat diare.
Namun, sampai saat ini penggunaan vaksin ini masih menuai banyak kontroversi. Pasalnya, setelah beberapa pemakaian, ditemukan pasien yang mengalami jepitan usus sehingga aliran darah yang masuk ke usus menjadi terganggu. Sebenarnya, yang terpenting ketika terkena diare adalah penanganan yang tepat untuk mengganti elektrolit yang hilang sehingga dehidrasi dapat dihindari. Namun jika benar-benar dibutuhkan pengobatan seperti pada diare kronik, maka Loperamide dapat menjadi salah satu pilihan.
Di beberapa negara, Loperamide biasa diperdagangkan dengan nama Lopex®, Imodium®, Dimor®, dan Pepto®. Bekerja dengan menekan aktivitas dari mengurangi motilitas otot polos dinding usus, sehingga memperlama waktu tinggal makanan di usus dan akan menyerap lebih banyak air untuk membentuk feses. Sehingga, terjadinya diare dapat dikontrol. Obat ini bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter dan biasanya dikonsumsi satu kali atau lebih per hari. Penggunaan Loperamide harus sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam kemasan atau resep dokter. Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan obat ini antara lain konstipasi, mulut kering, kelelahan, dan di beberapa kasus dapat terjadi keracunan usus besar

nah maknya hati hati! 
selesai wasalam!
         

No comments:

Post a Comment

Ehem, ehem.

Buat yang mau ngasih komentar. Gue bakal ngerasa seneeeeng banget. Kalo lu:

- Nyantumin nama kalo make profil anonymous
- Ngasih komentar yang ngebangun
- Ngga Chatting di kolom komentar
- Ngasih gue Rp. 500.000,00

Ya pokoknya gitu lah.
Tolong ya... :D